Rabu, 18 November 2009

TNI AD Belum Kantongi Sertifikat Laik Bagi Alutsista Latgab

TNI-ADTNI Angkatan Darat (TNI AD) belum memiliki sertifikat uji kelaikan persenjataan yang akan digunakan untuk latihan gabungan TNI 2008.
Karena itu, satu minggu sebelum digelar latihan gabungan (latgab) TNI 2008, semua persenjataan sudah harus besertifikat uji kelaikan. ”Tank, panser, meriam, helikopter, pesawat, termasuk amunisi senjata belum disertifikasi,” ungkap Panglima Komando Cadangan Strategis (Pangkostrad) Letjen TNI George Toisutta di Jakarta kemarin.
Tank TNI-ADDalam gladi lapangan yang akan berlangsung 1–20 Juni 2008 itu, TNI AD rencananya menurunkan 38 tank, 19 panser, 9 helikopter, sebuah Cassa 212, dan puluhan meriam berbagai kaliber. George menjelaskan, sebenarnya kelayakan persenjataan sudah dilakukan satuan masing-masing.
Uji penembakan juga sudah dilakukan. Hanya saja, tanpa sertifikasi kelaikan Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat (Dislitbang AD), senjata-senjata tersebut tidak bisa melakukan penembakan di daerah latihan. Menanggapi masalah ini, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo memerintahkan Dislitbang untuk mulai keliling melakukan pengecekan pekan ini.
Meriam TNI-AD”Sertifikasi hanya akan diberikan untuk senjata yang layak. Yang tidak layak jangan dipaksakan daripada membahayakan,” ucap Agustadi. Agustadi meyakini sertifikasi dapat diselesaikan sebelum latihan berlangsung. Dia menjamin kelaikan alutsista yang dimiliki TNI AD, sebab uji coba dilakukan secara bertahap. Dari perbaikan, seperti retrofit, kalibrasi, sampai uji penembakan.
”Kalau ada insiden, jangan selalu dikaitkan dengan usia senjata yang uzur,” tuturnya. Kepala Dislitbang Angkatan Darat Brigjen TNI Nardi S mengatakan, pengecekan kelaikan alutsista hanya memakan waktu dua minggu. Diharapkan satu hingga dua minggu ke depan sudah selesai.
Meriam TNI-AD
”Secepatnya pemeriksaan karena setiap satuan telah melakukan uji coba. Dinasnya hanya mengecek bagian-bagian tertentu. Apalagi, yang disertifikasi hanya senjata-senjata strategis yang digunakan menembak,” jelas

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar